Online casino_The most stable baccarat play_21 o'clock online_Online gambling is illegal

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Negara yang legal untuk perjudian online

PBaccarat Probability PlayaBaccarat Probability Playnggilan Baccarat Probability Playuntuk sepupu atau saudara jauh bukan ditentukan oleh umur, tapi ditentukan oleh posisi orang tua mereka dalam keluarga.

Orang Jawa terbiasa makan-makanan yang cenderung manis dan kalaupun pedas, pedasnya pun juga gak seberapa.  Kamu pun jadi kesusahan kalau harus tinggal ke daerah yang kuliner khasnya adalah makanan-makanan yang pedas.

Gara-gara penggambaran yang seperti ini, Orang Jawa sering banget dapet stereotype orang ndeso, dan gak jarang begitu kamu pindah ke kota metropolitan seperti Jakarta dengan logat kamu masih kental kamu langsung diejek sama teman-teman kamu. Padahal, yang jadi Presiden aja seringnya orang Jawa.

Kemudian kamu akan mengucapkannya dengan kagok dan terpatah-patah

Kalau dipanggil orang tua, si anak harus menjawab ‘Dalem” atau “Kula” ini juga berlaku ketika dipanggil oleh orang yang terhormat.  Saking terbiasanya, kebiasaan ini sering  terbawa ketika berinteraksi dengan teman-teman. Contoh:

Please, jangan tanya versi lengkapnya. Kamu gak hapal.

Kebanyakan orang tua Jawa ingin anaknya mendapat pasangan yang datang dari suku yang sama. Alasannya sederhana. Mereka pengen kamu punya pasangan yang satu suku agar mudiknya gak kesusahan dan lebih bisa kompromi dengan adat istiadat yang udah terbentuk.

Sayur lodeh dan sayur asem adalah makanan-makanan yang sering dikangenin dan gak jarang dijadikan makanan favorit. Karena ini makananan sehari-harinya keluarga Jawa, kamu cuma bisa terheran-heran kalau ada orang yang bilang kangen sama sayur lodeh dan sayur asem.

Dira: “Ha? didalem kenapa Mon?”

Harga bahan pokok diluar Jawa memang lebih tinggi daripada di Pulau Jawa, karena biaya pengirimannya dan transportasi perdagangan di indonesia juga belum efektif. maka dari itu, bagi orang jawa yang tinggal diluar pulau Jawa akan terkaget-kaget diawal kedatangan mereka.

“Waaaahh iki Jakarta tooo?? Dhuwur-dhuwur yoo omahe!!” (Waaaahh ini Jakarta?? Tinggi-tinggi ya rumahnya)

Search: Cara minta maaf saat lebaran dalam Bahasa Jawa

“Dari Jawa ya Mbak?”

Karena udah kebiasaan ngomong “gue” dan “elo”, bahkan sama saudara kandung sendiri seperti Kakak atau Adik, kamu jadi kelihatan kurang ajar ketika kumpul keluarga.

Kayak kata Jokowi:

Orang Jawa, sering banget  digambarkan sebagai orang yang gak ngerti apa-apa soal kehidupan kota dan hal-hal moderen lainnya.

Saudara #1, 15 tahun: “Hai Mas, eh salah, Dik, apa kabar? Gimana kerjaan?”

Tapi bukan berarti aku ndeso, dong?

Gak usah rebutan harus nikah pakai adat apa sih sebenarnya.

Mari kita dengar cerita Rahma yang berasal dari Jogja. Saat dia belanja dan harus menawar di Pasar Gede Bage, tiba-tiba penjualnya bertanya:

Bahkan bisa dilabelin kayak kacang yang udah lupa sama kulitnya.

Bagi mereka yang masih menjunjung “unggah-ungguh” gak sopan aja kalau kamu manggil kakakmu dengan 2 kata itu, bukan dengan “aku” atau “kamu.”

Kamu cuma hapal, “Sugeng Riyadi. Sedaya lepat nyuwun pangapunten”

Dalam hatimu: BANDUNG UDAH PINDAH PULAU YA? BUKAN JAWA LAGI?

Dari kecil, kamu sudah diajarkan untuk menyenangkan hati orang lain dan selalu diajarkan agar meminimalkan pengucapan enggak. Akhirnya, sering banget kalau ingin menolak sesuatu kamu bikin kalimat yang mbulet alias muter-muter karena gak mau menyinggung hati.

(Kaget setengah mati. Mending nggak usah bayar hutang deh gak papa daripada kamu jantungan)

Kamu orang Jawa yang kuliah di Medan. Teman-temanmu kebanyakan orang Batak. Dengar mereka ngomong kadang bikin kamu deg-degan.

Lu pikir Jawa cuma Jogja atau Solo aja? Banyumas, Semarang, Purwokerto, Pekalongan, Magelang juga Jawa kali. Baca peta deh, please!

Padahal kan Cowok Minang ganteng-ganteng ya? Cewek Aceh juga cantik-cantik.

Bahasa kromo atau bahasa halus digunakan ketika kamu berbicara dengan orang yang lebih tua. Dan dalam bahasa Jawa terdapat 2 tingkatan yaitu ngoko dan kromo dan di bahasa ngoko masih ada 2 tingkatan yaitu ngoko alus dan ngoko basa. Di bahasa krama juga terdapat 2 tingkatan yaitu kromo madya dan kromo alus.

Rasanya pengen bilang ke mereka: “LAU PIKIR SINI GAK KESUSAHAN CARI ART?”

Kalau ada adat yang membuat kamu gak sreg, lebih baik kamu kompromikan dengan orangtuamu agar tidak terjadi percecokan dengan anggota keluarga yang lain.

Simbah: “Kowe piye kuliahe? Wis rampung?” (Kamu gimana kuliahnya? Udah selesai?)

Kamu mungkin sering lihat di sinetron-sinetron atau di FTV tentang karakter dari Jawa yang logatnya masih kental, datang ke kota besar seperti Jakarta sambil pake beskap, blangkon, terus barang bawaannya dibungkus pake sarung dan langsung excited begitu melihat gedung-gedung yang tinggi, karena yang kayak gitu gak ada di daerah asalnya

Dira: “Mon, Mon, Monik.”

Kalau sampai salah dalam penggunaan tata bahasa, siap-siap dianggap anak kurang ajar oleh para sesepuh.

PLEASE, jangan ingatkan juga kalau besok setelah berkeluarga kamu harus minta maaf mewakili keluargamu sendiri pakai Bahasa Jawa. Bayanginnya aja kamu gak sanggup.

(Kamu sedang duduk diam dengan manis)

Nah, sekarang Hipwee mau kasih apa aja yang sering banget dialami oleh orang Jawa, terutama orang mudanya, dalam kehidupan keluarga dan sosial, baik ketika berada di Jawa atau diluar Jawa.

“BIAR MUKA NDESO YANG PENTING OTAK INTERNASIONAL!”

Kelamaan tinggal di luar kota bikin logat Jawamu hilang. Bahkan, orang sampai mengira kalau kamu bukan orang Jawa. Hal ini bikin teman-teman dan saudaramu keheranan kalau mereka ketemu sama kamu lagi setelah sekian lama.

Aku Jowo. Iya, gaya bicaraku memang medhok.

Terlepas dari adat-istiadat yang menurut kamu gak penting dan ribet, kamu tetap harus bangga jadi orang Jawa. Dan harus menghargai budayamu sendiri sebagai anak muda.

Saudara #2, 20 tahun: ‘Baik Dik, eh salah, Mbak.”

Misal: kamu punya sepupu yang lebih muda 5 tahun dari kamu, tapi karena dia adalah anaknya kakaknya Bapak kamu atau Ibu kamu, mau gak mau kamu harus manggil dia Mas atau Mbak dan dia harus manggil kamu Dik. Kalau kalian masih kecil mungkin nurut-nurut aja, tapi ketika besar, akan kagok sendiri pas ngobrol. Contoh:

TERUS AKU KUDU PIYE??